Sang Gadis

Sunday, February 02, 2014
Gadis


Sang gadis pun sudah tidak kuat untuk menahan air matanya keluar. Ia hanya ingin kekasihnya mengerti. Ia hanya ingin bahagia namun rasanya sangat sulit ia rasakan untuk diaplikasikan ke kehidupan nya. Dulu, dia memang cahaya bagi si gadis namun dia pula lah api baginya. Dulu dia lah yang menerangi hatinya disaat hatinya sedang redup namun mengapa dia pula yang membakar hatinya hingga redup? "apakah ini tujuanmu? adalah untuk menyakitiku, benarkah?" ujar si gadis sambil menangis didalam ruangan yang penuh dengan bingkai-bingkai si gadis dan kekasihnya. Si gadis pun bertekad kuat, akhirnya ia memiliki keputusan. Keputusan berdasarkan isi hatinya yang penuh kemantapan. Si gadis pun berharap dengan keputusan ini ia bisa kembali menjalani kehidupan yang normal seperti yang lain. "semoga saja" Si gadis pun tersenyum lebar :))))

No comments:

Powered by Blogger.