Review Film | Bohemian Rhapsody, Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

November 13, 2018

Miaw! 😺

[SPOILER ALERT]

Siapa yang sangka kalau film ini bakal jadi the memorable movie ever setelah film The Greatest Showman. Dari awal saya nggak tertarik buat nonton film ini. Saya nggak pernah tau siapa itu The Queen, gimana perjalanan hidupnya dan lagu-lagunya seperti apa. Bahkan pas lihat trailer film ini, saking nggak taunya saya malah mikir, oh ini film The Beatles kali, yah. Konyol, kan?😃 Tapi karena kemarin ada promo nonton Rp 11, ditambah banyaknya review teman-teman yang bilang film ini bagus, jadi okelah saya coba tonton.

Sempat mikir gini, "ah ini mah filmnya cocok buat yang emang ngefans, kalau nggak tau sama sekali bakal nggak nyambung". Ternyata dugaan saya diawal was totally wrong. Kamu nggak harus jadi fansnya The Queen supaya bisa nikmatin filmnya. Karna semua orang bisa, like The Queen does. I'm just amazed dengan semua scene yang ada di film ini. Orang awam seperti saya ibarat mereka sudah bapak-bapak, saya baru lahir, yang sama sekali nggak tau siapa The Queen aja langsung jatuh cinta, gimana sama mereka yang sudah kenal band itu sejak lama.

Banyak moment 'oh'nya ketika saya nonton film ini. Ternyata banyak lagu yang memang sering diputar dan sangat familiar seperti We Are The Champion dan We Will Rock You tapi waktu itu saya nggak sadar siapa yang nyanyiin, yang of course band ini, lah.

Salut banget sama Rami Malek yang bisa meranin Freddie Mercury dengan begitu mirip. Kita kayak bisa ngerasain kalau Freddy Mercury hidup kembali dengan peran yang diambil oleh Malek. Dari mimik muka sampai pergerakan yang dia lakukan di atas panggung bener-bener seperti aslinya, coy! Bahkan sampai filmnya selesai, saya langsung excited untuk nonton konsernya lagi di youtube, dan bener-bener speechless dengan kemiripan mereka berdua.


Film ini diawali dengan Freddie yang ingin bergabung dengan grup band yang kebetulan vocalisnya memilih untuk berhenti. Namun, belum juga tau skill yang ada pada Freddie, udah diolok duluan karna giginya yang tonggos. Akhirnya Freddie membungkam mulut mereka dengan nyanyian merdu yang dimilikinya. That's why we called, "don't judge by it's cover" 😺. Film ini emang berfokus pada Freddie dari awal mula band ini terbentuk, hubungan dengan keluarga Freddie, suka dukanya The Queen, kisah percintaannya dengan Mary, sampai kematian Freddie akibat penyakit AIDS yang diidapkannya.



Jalan ceritanya bener-bener bikin merinding. Two thumbs up buat script writer, Anthony McCarten. Ada scene Freddie dengan Paul Prenter (Allen Leech) yang buat saya gregetan. Karena kita tau kalau Paul itu sebenernya emang nggak peduli dengan Freddie dan dia cuma pengen manfaatin aja. Untungnya, film ini nggak sepenuhnya mengecewakan, karena ada beberapa momen yang benar-benar mengharukan. But it's nice lihat band The Queen lagi ngumpul. Kita jadi benar-benar percaya dengan persahabatan mereka, sekalipun berantem hebat pun, pada akhirnya kembali juga. Di film ini juga menunjukkan gimana Freddie harus berurusan dengan masalahnya - dari ras, kelainan sex, sampai hubungan yang renggang dengan keluarganya.

Setting fotografi, produksi dan kostum dibuat seperti tahun 80an. Mereka terlihat bener-bener seperti yang The Queen aslinya lakukan di video clip dan konser. Scene favorit saya pas lagi syuting Crazy Little Thing Called Love dan scene dimana ditampilkan seekor ayam jago yang tiba-tiba berkokok "GALILEO" dilanjut dengan proses rekaman mereka nyanyi GALILEO. Sumpah ya itu kocak banget 😹. Tapi, of course, PG-13 rating which is film ini harus ditonton oleh orang dewasa, karena banyak konten yang mengandung alkohol dan narkoba, gay, dan AIDS. Saya ngerasa kalau ada scene gay yang di cut, padahal sebenernya saya pengen tau seperti apa scene itu hehe.

Source: GALILEO


Dan film ini berakhir dengan Konser Live Aid 1985 yang bener-bener bikin mind blowing. Kita seperti lagi nonton konser beneran, dooong! Bahkan konser di film sama aslinya itu bener-bener kayak tinggal copy paste aja gitu. Mirip banget!


Moral yang bisa kita dapat dari film ini adalah jadilah diri sendiri, nggak peduli kamu berbeda. Nggak perlu menyembunyikan kekurangan kita lalu orang-orang bisa menerimanya. Freddie adalah pribadi yang unik, dengan percaya pada dirinya sendiri, dia dapat diterima di seluruh dunia.

The Queen is not a band. It is Legend!

Rate: 8,5/10

No comments:

Powered by Blogger.