Review Korean Drama - Memorable Scene of Because This Is My First Life

September 28, 2019

Berhubung bahasannya review drama korea, saya juga mengalami banyak drama sebelum nulis ini.
Template blognya rusak, acak-acakan. Kenapa kok tiba-tiba widget blognya nyungsep ke bawah. Panik. Nggak pake pikir panjang, saya reset dengan upload ulang template baru dan bodohnya saya lupa memback-up template sebelumnya. Tried so hard buat otak-atik html, tapi nihil. Singkat cerita setelah trial error, masalahnya ternyata sepele. Di template ini, kalau belum diberi label, maka widget blog bakal merosot kebawah. Setelah tau masalahnya apa, terpaksa harus pake template baru dan ngulang buat dimodif lagi. Huft.

Okay, back to the topic.

Lagi susah move on sama drama ini, jadi pengen saya luapin disini. Entah kenapa seru aja gitu nonton drama korea yang ceritanya variatif, unik tapi tetep ringan buat ditonton. Saya typical orang yang agak milih-milih drama korea mana yang cocok buat ditonton. Dan bukan karena ada Oppa Handsome didalam drama tersebut. Tapi lebih ke cerita dan ratingnya. Asal keduanya bagus, pasti ditonton. Apapun genrenya. Bakal berasa melelahkan banget kalau nonton episode per episode tapi alurnya lambat, ga nyambung, klise. Walaupun begitu, saya ini pecinta berat genre romantic. A lot. Fantasi saya kadang suka liar sama karakter Pria yang cuek, nggak peka, datar, jahat, nggak percaya cinta yang menyebabkan cinta si Wanita bertepuk sebelah tangan. Tapi proses sampai akhirnya si Pria bisa jatuh cinta itu yang bisa bikin geregetan sendiri. Contohnya kayak drama Itazura na kiss. Ah, pasti kamu tau dong ya drama legend itu. Banyak banget versi dari cerita itu. Dari Jepang, Korea, Taiwan, bahkan kayaknya Indonesia ada juga, deh.

Udah lama banget nggak aktif nonton drama korea semenjak vakum 3 tahun lebih, trus kepengen banget ngerasain sensasi serunya nonton drama korea haha. Maksudnya, pas kita udah larut masuk kedalam ceritanya, kita jadi ikut terbawa emosi dengan para karakternya. Disitu letak keseruannya. Nah kebetulan, ada drama korea yang sesuai banget sama "fantasi liar" saya haha. Yeap, Because This Is My First Life. Walaupun udah telat banget karena waktu tayangnya tahun 2017. Okelah, mari kita bermelting ria dulu. Postingan ini bakal panjang banget, karna saya nggak mau melewatkan scene per scene yang memorable dan susah banget minggat dari otak saya.


Overview
Ji Ho - 30 tahun (Jung So Min) adalah seorang asisten penulis yang tinggal bersama adik laki-lakinya. Saat adiknya menghamili seorang wanita, Ji Ho terpaksa harus pindah. Dalam semalam, dia tidak punya tempat tinggal. Dia berpikir untuk menjadi siput di kehidupan berikutnya karena seekor siput sudah punya rumah sejak lahir dan tidak akan diusir. Yang dia butuhkan hanya tempat tinggal supaya bisa tidur dengan nyaman. Karirnya sebagai asisten penulis juga nggak begitu lancar, karena sering berselisih paham dengan atasannya dan pernah hampir diperkosa dengan gebetannya sekaligus rekas kerjanya, yang membuat dia akhirnya mundur dengan passionnya.

Ji Ho punya 2 sahabatnya dari SMA, Woo Soo-Ji - 30 tahun (Esom) dan Yang Ho-Rang - 30 tahun (Kim Ga-Eun). Persahabatan mereka goals banget, deh. Mereka berasal dari latar belakang beragam, memiliki kemampuan dan impian yang berbeda pula, tapi ketiga orang ini bisa bersatu. Mereka memang tidak bersama setiap waktu, tapi mereka ada di saat-saat kritis satu sama lain. Mereka mereka lagi ada masalah, pasti nggak pernah tanya "kamu sedang lagi ada masalah ya?" "Yang sabar ya. Kamu pasti kuat". Ah, klise banget. Daripada menanyakan itu, mereka selalu punya cara untuk mengembalikan semangat.

Woo Soo-Ji kerja disebuah perusahaan besar, tapi sayangnya dia selalu jadi bahan objek pelecehan seksual sama atasannya. Soo-Ji sebenernya marah banget, makanya dia selalu lampiasin dengan merokok. Karna Soo-Ji sangat membutuhkan pekerjaan itu, jadi dia harus tahan-tahan. Untungnya Soo-Ji dipertemukan dengan Ma Sang-goo - 38 tahun (Park Byung-eun), teman lamanya Se Hee sekaligus CEO ditempat kerjanya Se Hee. Walaupun Sang-goo adalah bos disebuah perusahaan, tapi sikapnya nggak sombong, selalu merendah, selalu menjadi tempat curhatnya Won-Seok dan Se Hee kalau lagi galau, bahkan Sang-goo lah yang selalu ngebelain Soo-Ji kalau lagi dilecehin. Awalnya Soo-Ji nggak suka, tapi akhirnya mereka pacaran dan karena Sang-go lah, Soo-Ji akhirnya memberanikan diri untuk memberikan pembalasan ke atasannya, dan beralih bisnis online pakaian dalam.

Yang Ho-Rang bekerja di sebuah restoran / bar dan impian yang sangat sederhana yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga setelah menikah. Ho-Rang sudah menjalin hubungan dan tinggal serumah dengan pacarnya Sim Won-Seok - 28 tahun (Kim Min-Suk) selama bertahun-tahun. Hubungan mereka nggak pernah mulus, walaupun masalahnya selalu klise layaknya orang-orang pacaran pada umumnya. Ho-Rang selalu ngambekan sama pacarnya, dan Won-Seok yang akhirnya selalu mengalah. Sampai suatu ketika, Ho-Rang ingin sekali menikah, karena nggak mungkin juga kan mereka pacaran terus tanpa ada tujuan yang jelas. Ho-Rang akhirnya galau berat karena Won-Seok karakternya nggak peka. Menurut Won-Seok, buat apa menikah, toh selama sudah saling mencintai itu saja udah cukup. Terlebih lagi, Won-Seok masih belum jelas karir dan penghasilannya. Gara-gara itulah hubungan mereka hancur, mereka dihadapkan dengan orang-orang baru yang visi dan misinya sama. Tapi, walaupun sama, mereka nggak bisa membohongi perasaannya sendiri. Walaupun visi misi nya berbeda, asal dengan orang yang sama, mereka bahagia.

Lalu ada Sae Hee - 38 tahun (Lee Min Ki), pecinta kucing yang jarang bersosialisasi. Dipikiran dia hanya untuk mengurus kucing dan bayar tagihan rumah. Bahkan dia ingin meninggal dirumah saja. Se Hee mencari teman serumah baru yang bisa membayar biaya sewa bulanan dan bisa memenuhi beberapa aturan yang dibuatnya. Keliatan dari tampangnya, hidup Se Hee emang kaku dan datar banget. Kadang dia juga egois dan kejam, makanya dia emang nggak punya teman selain Sang-goo dan kucing kesayangannya haha.

Ji Ho akhirnya menemukan rumah sewa yang cocok buat ia tinggali, dengan syarat dia harus mengurus kucingnya, mengosongkan sampah daur ulang, memeriksa pemakaian listrik pukul 11.00, dan memeriksa pemakaian gas pukul 15.00. Dengan harga sewa yang murah, Ji Ho langsung setuju. Awalnya dia nggak tau kalau ternyata pemilik rumah tersebut adalah Se Hee. Bahkan dia malah menganggap Se Hee adalah perempuan.

Pertemuan Pertama
Awal pertemuan Ji Ho dan Se Hee dimulai saat Se Hee lagi nonton bola di hpnya yang kebetulan Ji Ho ini pecinta bola juga. Ji Ho tiba-tiba datang dan heboh sendiri disamping Se Hee, padahal mereka belum saling kenal. Tapi lama-kelamaan jadi sama-sama asyik karena sama-sama nyambung kalo lagi ngomongin bola. Ji Ho yang lagi berbunga-bunga saat itu tiba-tiba liat lelaki yang dia sukai ternyata sudah punya pacar. Dia akhirnya merenung dan malu sama dirinya sendiri. Karena diusia 30 tahun, dia belum pernah merasakan apa itu cinta, masih nggak tau apa yang harus dia lakukan diusia itu. Menurut Se Hee, kucing nggak pernah merasa bosan atau depresi meskipun makanan mereka sama dan melakukan hal yang sama di rumah yang sama di kehidupan mereka sehari-hari. Kucing tidak punya masa depan atau masa lalu. "Umurku 20. Umurku 30. Sebentar lagi akan berumur 40 tahun". Hanya satu jenis di bumi yang mengunci diri dalam waktu, dan mereka adalah manusia.  Hanya manusia yang menggunakan usia agar orang bisa menghabiskan uang dan mempermainkan emosi mereka/ Entah diusia 20, 30 bahkan 40 tahun, itu merupakan hari yang sama bagi kucing. Sebagai orang asing, Se Hee bisa berbicara yang menurut Ji Ho bisa menenangkan dan terhibur dengan perkataannya. Karena terbawa perasaan seperti itu, mendadak Ji Ho mencium Se Hee. Omg, that's so cute.



After The Kiss..
Setelah Ji Ho mencium pria asing, hati Ji Ho langsung berbunga-bunga. Karna yang ada dipikiran dia, kalo nggak sekarang ya kapan lagi. Setidaknya Se Hee adalah orang asing, jadi nggak bakal ketemu lagi. Tapi ternyata, Ji Ho dan Se Hee nggak sengaja ketemu lagi di apartment nya. Sejak saat itu, Ji Ho akhirnya sadar kalau ternyata teman serumahnya adalah pria. Ji Ho dan Se Hee sedih dan panik, bukan karena mereka telah berciuman, tapi karena mereka tidak bisa tinggal bersama sebab jenis kelamin mereka berbeda. Omg, ini kocak banget haha.



Se Hee pun dihadapkan dengan masalah dari orang tuanya yang ingin Se Hee cepat menikah, sampai tagihan rumah yang harus dibayar. Dan Se Hee sebenernya butuh peran Ji Ho didalam rumah itu. Karena hanya Ji Ho lah satu-satunya penyewa rumah yang sesuai dengan kriteria Se Hee.

Karena akhirnya sama-sama sudah tau teman serumahnya, Ji Ho memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut, dan terpaksa pindah ke kamar kecil milik gebetannya. Intinya, Ji Ho cuma perlu tempat tinggal untuk tidur dengan nyaman. Nyatanya, kamar kecil itu nggak bisa membuat Ji Ho betah karna ternyata gebetannya yang lagi mabuk berusaha untuk memperkosa Ji Ho. Terpaksa lah Ji Ho keluar dari kamar itu, dan Ji Ho kebingungan harus tinggal dimana lagi. Ji Ho terus jalan tanpa arah, sampai akhirnya dia berhenti di apartment yang kemarin dia tinggali. Kebetulannya, Se Hee ada disitu juga. Ji Ho sementara berisitirahat di rumah Se Hee. Terjadilah sebuah kecanggungan diantara mereka. Sampai akhirnya, tiba-tiba Se Hee dengan entengnya mengajak untuk nikah. Karena Ji Ho yang saat itu sudah lelah banget dan memang butuh tempat untuk tidur, dia juga langsung meng-iya-kan. Kyaa!



Lamaran Pertama

No comments:

Powered by Blogger.